Fotografi Levitasi

Temen-temen Diari ada yang tau apa itu fotografi levitasi? atau pernah coba foto levitasi?
Kali ini Diari bakal bahas tentang Fotografi Levitasi yang sekarang lagi ngetren.

Apa sih Fotografi Levitasi itu?

Fotografi Levitasi Adalah teknik fotografi yang membuat sesuatu/seseorang tampak seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

Levitation (dari bahasa Latin “ringan” levitas) adalah proses dimana objek dihentikan oleh kekuatan fisik melawan gravitasi, dalam posisi stabil tanpa kontak fisik yang solid. Sejumlah teknik yang berbeda telah dikembangkan untuk melayang materi, termasuk metode levitasi aerodinamis, magnet, akustik, elektromagnetik, elektrostatik, film gas, dan optik. (wikipedia)

Pada dasarnya, foto levitasi bisa dihasilkan melalui dua cara, yakni melalui olah digital atau secara manual (tanpa editing).
Temen-temen yang mau coba fotografi Levitasi, nih ada tips fotografi Levitasi secara manual.

Teknik Foto Levitasi

1. Untuk Model

  •  Bagi model yang ingin mengambil pose menuju ke suatu arah, biasanya menekuk kedua kakinya ke belakang (sekitar 45 derajat) sesaat setelah melompat. Hal ini biasanya dilakukan untuk membuat kesan si model sedang berjalan. Bagi model yang sedang berlevitasi di tempat, biasanya berpose dengan dengan kaki lurus ke bawah.
  • Gunakanlah berbagai aksesoris, guna memperkuat tema yang ingin diangkat. Seperti payung, buku, ataupun sapu.
  • Fotografi levitasi berbeda dengan jump shot yang hanya sekedar memperlihatkan model yang melompat. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami dengan ekspresi tanpa beban. Berekspresilah  sewajarnya sesuai dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Lebih bagus jika model tidak melihat ke arah kamera.
  • Gunakan peniti, pin, sabuk, double tape atau alat penjepit baju lain supaya baju tak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat, untuk mendapatkan kesan levitasi yang sempurna.
  • Juga bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat, rambut tidak terlihat berantakan.  Bisa juga rambut diikat, memakai bando, atau topi. Foto levitasi yang sempurna harus memperlihatkan rambut yang tetap rapi.
  • Jangan memaksakan diri melompat jika sudah lelah dan cari lokasi yang aman buat melompat.

2. Untuk Fotografer

  •  Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera profesional (DSLR), kamera saku (pocket camera), maupun kamera ponsel.
  •  Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa menfaatkan Brust Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan denganBrust Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan momen “melayang”.
  • Pastikan cahaya (matahari) cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
  • Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
  • Gunakan shutter speed tinggi untuk menagkap model yang melayang dengan lebih fokus (frozen moment). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk  mendapatkan shutter speed tinggi. Shutter speed di atas 1/500 lebih baik.
  • Untuk kamera saku (pocket camera) bisa memanfaatkan Sport Mode untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Sementara, untuk kamera ponsel karena tidak ada setting untuk shutter speed, sebaiknya untuk melakukan foto levitasi outdoor dan memanfaatkan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed.

Selamat mencoba ^^

Sumber : foto levitasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s